Pemkab Magelang meminta pengelola Tol Jogja–Bawen segera memperbaiki 32 ruas jalan kabupaten yang terdampak truk material demi keselamatan warga
Dampak Proyek Tol Jogja–Bawen: 32 Ruas Jalan di Kabupaten Magelang Berpotensi Rusak
Tribunjogja.com Magelang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang meminta pengelola proyek Jalan Tol Jogja–Bawen bertindak serius dalam menangani perbaikan ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan akibat lalu lalang kendaraan berat proyek.
Langkah tegas ini diambil untuk menjamin keselamatan masyarakat serta menjaga kelancaran mobilitas ekonomi daerah setempat.
Berdasarkan data dan inventarisasi dari dinas terkait, sedikitnya 32 ruas jalan kabupaten berpotensi terdampak langsung selama aktivitas pembangunan jalan tol berlangsung.
Pemkab Magelang menekankan bahwa potensi kerusakan tersebut wajib diantisipasi dan ditangani sejak dini tanpa harus menunggu kondisi jalan berlubang parah atau membahayakan pengguna jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan koordinasi intensif dengan badan usaha jalan tol (BUJT), dalam hal ini PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), guna membahas perihal penanganan dampak infrastruktur tersebut.
"Pemerintah Kabupaten Magelang sudah berkoordinasi dengan Jasa Marga dan sudah bertemu dengan Bapak Bupati kurang lebih tiga kali," ujar David saat memberikan keterangan pada Rabu (9/9/2026).
Dalam keterangannya, David menjelaskan bahwa akar persoalan utama kerusakan jalan ini terletak pada ketidaksesuaian antara kelas jalan dan beban armada angkutan material yang melintas.
Konstruksi jalan kabupaten di kawasan Magelang rata-rata hanya dirancang untuk menahan daya dukung beban atau muatan sumbu terberat (MST) berkisar 8 ton.
Di sisi lain, kendaraan pengangkut material material proyek seperti tanah uruk, batu, dan semen—didominasi oleh truk bertonase besar yang muatannya jauh melebihi kapasitas ketahanan jalan kabupaten.
"Jalan kabupaten kemampuannya hanya 8 ton, sedangkan truk-truk material yang lewat besar-besar. Jelas akan mempercepat kerusakan," tegas David.
Ia menambahkan, ketimpangan antara daya dukung jalan dan beban moda transportasi material tersebut memicu penurunan kualitas struktur aspal secara masif. Jika dibiarkan tanpa adanya penanganan rutin, kerusakan dipastikan makin meluas dan membahayakan keselamatan para pengedara, khususnya roda dua.
Hingga saat ini, pihak DPUPR Kabupaten Magelang mencatat setidaknya ada dua ruas jalan utama yang sudah mengalami kerusakan cukup signifikan akibat tingginya frekuensi pergerakan truk material tol. Kedua lokasi tersebut berada di ruas jalan Semen–Ngluwar serta salah satu ruas jalan di kawasan Desa Keji, Kecamatan Muntilan.
Menanggapi kondisi di lapangan, Pemkab Magelang mendesak pihak kontraktor dan pengelola proyek untuk segera melakukan tindakan perbaikan sementara berupa pemeliharaan rutin. Perbaikan kecil tidak boleh ditunda hingga infrastruktur hancur total.
"Yang penting tidak membahayakan masyarakat yang berlalu lintas. Kalau perbaikannya masih lambat, tentu akan kami kejar agar segera ditangani," kata David.
Skema penanganan yang disepakati saat ini difokuskan pada kegiatan pemeliharaan berkala selama proses konstruksi tol masih berjalan.
Langkah ini diambil untuk memastikan fungsionalitas jalan tetap terjaga. Sementara itu, untuk proses rehabilitasi atau pengaspalan ulang secara menyeluruh (overlay), perbaikan bakal direalisasikan setelah seluruh aktivitas konstruksi Tol Jogja–Bawen di wilayah tersebut rampung sepenuhnya.
Peran Vital Jalan Kabupaten Bagi Ekonomi Warga
Desakan Pemkab Magelang agar perbaikan jalan disegerakan bukan tanpa alasan. Jaringan jalan kabupaten merupakan urat nadi perekonomian dan aksesibilitas utama bagi mobilitas harian warga Magelang. Ruas-ruas jalan tersebut menghubungkan permukiman penduduk menuju berbagai fasilitas publik vital.
Beberapa pusat aktivitas warga yang bergantung pada kondisi jalan kabupaten ini antara lain:
Akses Pendidikan: Menghubungkan siswa dan tenaga pengajar menuju sekolah-sekolah di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Akses Kesehatan: Menjadi jalur utama pergerakan warga menuju puskesmas, klinik, dan rumah sakit daerah.
Akses Ekonomi & Pertanian: Memfasilitasi distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga menuju pasar-pasar tradisional.
Mengingat peran strategis infrastruktur tersebut, gangguan pada jaringan jalan kabupaten dipastikan bakal memicu dampak berantai terhadap aktivitas sosial dan roda perekonomian lokal.
"Semoga janjinya dipenuhi," pungkas David menggarisbawahi harapan Pemkab Magelang terhadap komitmen pengelola proyek tol.
Menjaga Keseimbangan Proyek Strategis Nasional dan Akses Publik
Pemkab Magelang menegaskan pada dasarnya pihak pemerintah daerah sangat mendukung keberlanjutan pembangunan Jalan Tol Jogja–Bawen.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), jalan tol ini diakui bakal memberikan dampak positif jangka panjang terhadap konektivitas regional dan sektor pariwisata di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kendati demikian, dukungan terhadap percepatan PSN tidak boleh mengabaikan hak-hak masyarakat lokal atas infrastruktur yang aman dan layak. Pemkab memandang bahwa mitigasi risiko lingkungan dan kerusakan fasilitas publik harus menjadi bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab sosial dan operasional pengelola proyek.
Melalui komunikasi dan pengawasan intensif, Pemkab Magelang berharap seluruh komitmen pemeliharaan jalan yang telah disepakati bersama dapat diwujudkan secara konsisten hingga proyek tol beroperasi penuh. (yrp)
Sumber : Tribun Jogja